Iuran Tak Dilunasi, 3.568 Ijazah Siswa SMA/SMK di Babel Tertahan di Sekolah
“Ijazah ditahan pihak sekolah hanya karena mereka tidak mampu ini bisa menghambat masa depan mereka. Jadi kita minta Dinas Pendidikan sampaikan ke Pak Gubernur persoalannya agar siswa di SMA/SMK negeri ini jangan dipersulit, untuk sekolah swasta juga kita carikan solusinya,” terang Didit.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Babel, Saiful mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPRD Babel yang sigap menanggapi persoalan yang sudah berlarut sejak tahun 2016 silam hingga ribuan siswa lulusan SMA/SMK masih ada yang tidak menerima ijazah.
“Luar biasa perhatian Ketua DPRD kita untuk masyarakat Babel yang slama ini mereka terhambat dan sulit mendapat akses ijazah, meski itu sangat diperlukan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya atau untuk bekerja,” ujarnya.
Menurut Saiful, sejak tahun 2016 masih banyak siswa-siswi yang lulus SMA/SMK seolah tidak perduli atau mereka yang ada kendala finansial dalam pembayaran tagihan di sekolah, sehingga ijazahnya tertahan.
Jadi sesuai arahan Ketua DPRD Babel dalam diskusi kali ini bahwa ijazah adalah tanda bukti selesai sekolah dan tidak ada kaitannya dengan iuran jadi kita akan minta pihak sekolah segera memberikan ijazah tersebut kepada mereka yang berhak menerima.
Namun jika mereka tidak ditempat bisa diserahkan ke orang tua langsung atau wali dari keluarga yang dibuktikan dengan surat kuasa. Untuk sekolah negeri akan dipermudah dan sekolah swasta juga diimbau agar tidak menghalangi, pasti ada solusi terbaik untuk sekolah dan alumni penerima ijazah.
“Jadi sekarang kita himbau mereka silakan datang ke sekolah agar dapat mengambil ijazahnya, karena Pak Gubernur pasti mendukung ini. Meski selembar kertas ijazah sangat besar artinya untuk mereka,” tutup Saiful.**
