Dansat Brimob Polda Babel, Kombes Pol. Ahmad Arif Sopyan, menjelaskan bahwa latihan ini merupakan langkah nyata untuk menyamakan persepsi dan teknik antar satuan.

“Kegiatan ini bertujuan mengkolaborasikan berbagai teknik penanganan SAR di lapangan. Kita tahu bahwa akhir-akhir ini wilayah Bangka Belitung cukup rawan terhadap bencana, mulai dari tanah longsor, orang tenggelam, hingga kecelakaan laut,” ujar Ahmad.

Untuk latihan kali ini, fokus utama diarahkan pada skenario SAR Air (Water Rescue). Personel dilatih untuk mengevakuasi korban di perairan dengan memanfaatkan peralatan penyelamatan yang tersedia secara cepat dan tepat.

Pada kegiatan ini Ahmad menjelaskan bahwa kegiatan ini akan difokuskan selama 2 hingga 3 hari yang melibatkan 100 lebih personel gabungan.

Baca Juga  Embat HP, Dua Residivis Pencurian di 5 TKP Diciduk Polda Babel

Selain itu, Ahmad menegaskan bahwa sinergi adalah kunci keberhasilan operasi kemanusiaan. “Diperlukan kolaborasi yang kuat, baik dari internal Polda maupun bersama Basarnas dan potensi SAR lainnya guna terwujud respons lebih cepat atau quick respon yang meningkat terutamanya pada evakuasi korban pada penanganan berbagai bencana yang ada di provinsi Bangka Belitung,” pungkasnya.*