Setelah itu Allah menantang malaikat “Sebarkan kepada-Ku nama-nama benda itu jika kamu memang benar.” Para malaikat tidak mampu menjawab. Mereka pun berkata Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang Engkau ajarkan kepada kami. Kemudian Allah memerintahkan Adam untuk menyebutkan nama-nama itu. Setelah Adam menjelaskannya, Allah menegaskan bahwa Dialah yang mengetahui segala yang ghaib di langit dan bumi.

Dari peristiwa ini para ulama menyimpulkan bahwa kelebihan manusia atas makhluk lain terletak pada ilmu, khususnya ilmu yang berasal dari Allah. Bahkan dalam sebuah hadits disebutkan bahwa malaikat membentangkan sayapnya sebagai bentuk ridha kepada penuntut ilmu.

Kedudukan Manusia

Secara umum, malaikat lebih tinggi daripada manusia biasa karena manusia banyak melakukan kesalahan. Namun para nabi, karena ilmu dan kesempurnaan ketaatannya, derajatnya berada di atas para malaikat. Firman Allah dalam Surah At-Tin tentang manusia yang diciptakan dalam bentuk sebaik-baiknya dipahami oleh sebagian ulama sebagai kemuliaan manusia yang sempurna, yaitu para nabi. Ilmu itulah yang mengangkat Adam. Bukan ibadah malaikat yang terus-menerus, tetapi ilmu yang Allah titipkan kepada Adam.

Baca Juga  Keistimewaan Malam Lailatul Qodar

Ketika Allah memerintahkan malaikat untuk sujud sebagai bentuk penghormatan kepada Adam, mereka semua taat. Namun Iblis menolak. Ia berkata bahwa dirinya lebih baik karena diciptakan dari api, sedangkan Adam dari tanah. Penolakan itu bukan karena ilmu, melainkan kesombongan. Tidak ada riwayat sahih yang menyebutkan Iblis sebagai orang alim.

Yang disebut memiliki ilmu dalam Al-Qur’an adalah manusia yang diajari Allah dan malaikat yang mengetahui sebatas apa yang Allah ajarkan. Iblis justru membangkang kepada Allah dan meremehkan manusia pertama yang diberi ilmu langsung oleh-Nya.

Kesombongan membuatnya terlaknat. Dari sini tampak bahwa tanpa ilmu, seseorang tidak akan memiliki adab. Iblis tidak beradab kepada Allah dan kepada Adam karena kebodohan dan kesombongannya.

Baca Juga  Membaca Ulang Kisah Nabi Yusuf (Bagian 8): Ketika Hasad Berubah Jadi Rencana

Kesimpulan dari kisah ini sangat jelas. Allah memuliakan manusia karena ilmu. Banyak orang yang dulunya dianggap hina, lalu Allah angkat derajatnya karena ilmu yang mereka miliki. Allah berfirman dalam Surah Al-Mujadalah ayat 11 “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.”

Jika ingin mulia, jalannya sudah ditunjukkan sejak awal penciptaan manusia. Bukan dengan kesombongan, bukan dengan kekuatan, tetapi dengan iman dan ilmu. Itulah warisan agung dari kisah Nabi Adam, khalifah pertama di bumi.