Selain itu, sektor pertanian juga dinilai memiliki daya saing, terutama melalui komoditas unggulan seperti lada putih dan kopi Jelutung.

“Potensi lokal inilah yang akan kita dorong. Kami berharap terbangun kolaborasi bersama Kemenkeu 1 DJPb Babel untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah melalui program Desa Devisa,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan Desa Devisa membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk pemberdayaan pelaku usaha dan strategi penguatan produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

“Pemda akan memberikan dukungan melalui peningkatan kapasitas produksi, peningkatan kualitas produk, serta membuka akses ke pasar internasional. Harapannya, Desa Devisa dapat menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat Bangka Tengah,” tutupnya.

Baca Juga  SMAN 1 Namang Borong Dua Juara di LLA Tahun 2024