Saat disinggung mengenai perbandingan manfaat, Yani menyoroti perbedaan mendasar pada distribusi keuntungan. Meski keduanya sama-sama menyerap tenaga kerja dan mencari laba, arus keuntungan tersebut mengalir ke pihak yang berbeda.

* Ritel Modern: Laba bersih dinikmati langsung oleh pemilik modal (owner).
* Koperasi Merah Putih: Keuntungan dinikmati bersama oleh seluruh anggota koperasi.

“Selagi itu menjadi kebijakan pemerintah pusat untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui koperasi, ya kita dukung saja. Kita lihat ke depan sejauh mana perkembangannya,” tambahnya.

Bangka Tengah yang memiliki 56 desa dan 7 kelurahan kini tengah bersiap mengimplementasikan program ini. Yani menekankan pentingnya pelatihan manajemen bagi anggota koperasi agar mampu bersaing secara profesional.

Baca Juga  Apdesi Bangka Tengah Gandeng BRI Sukseskan Koperasi Merah Putih

Terkait infrastruktur, ia mengungkapkan bahwa progres pembangunan saat ini bergantung pada ketersediaan lahan di masing-masing desa.

“Desa yang memiliki lahan sendiri sudah mulai membangun. Sementara bagi desa yang belum memiliki lahan, masih menunggu proses pinjam pakai dari Pemda Bangka Tengah atau opsi pembelian lahan warga,” pungkasnya.