“Kentang Goreng Kimia”, Seni Mendidik Lewat Permainan
Rachel Parker seorang Peneliti Utama Senior di Australian Council for Educational Research (ACER). Saat ini ia bekerja dengan LEGO Foundation dalam riset atas proses belajar sambil bermain serta pengalaman bermain berskala global. Ia menjelaskan bahwa anak-anak mengembangkan banyak keterampilan lewat proses belajar sambil bermain.
Parker menambahkan sebenarnya terdapat begitu banyak tipe permainan yang bisa diintegrasikan dalam proses belajar, pendidik di berbagai tempat juga mulai mempertimbangkan pendekatan tambahan untuk menciptakan “diet bermain” yang seimbang.
Salah satu sekolah yang menerapkan metode pembelajaran berbasis game adalah SMA IT Cahaya. Dalam hal ini, game based learning diterapkan dalam mata pelajaran kimia. Kimia menjadi pelajaran yang dipandang sulit dan tidak menyenangkan oleh peserta didik. Namun, kita dapat mengubah pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan dengan menerapkan model pembelajaran berbasis game atau yang lebih dikenal dengan istilah belajar sambil bermain.
Bermain dalam hal ini dilakukan dengan tetap mengedepankan tujuan utama yang ingin dicapai dalam pembelajaran yaitu untuk memberikan ilmu yang bermanfaat kepada peserta didik. Salah satu permainan yang dilakukan adalah “Kentang Goreng Kimia”. Game ini dilakukan dengan membuat kertas gulungan berbentuk panjang seperti kentang, lalu masing-masing gulungan kertas diisi dengan pertanyaan mengenai materi pembelajaran.
Jumlah “Kentang Goreng” yang dibuat disesuaikan dengan banyaknya pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta didik. Peserta didik diminta untuk mengambil “Kentang Goreng” ini dengan cara memilih secara acak dari “Cup Kentang Goreng” yang telah disediakan. Pertanyaan yang didapatkan oleh peserta didik tergantung dari kertas apa yang diambil pada saat memilih secara acak tersebut. Setelah mendapatkan semua pertanyaannya peserta didik diminta untuk menempelkan masing masing “Kentang Goreng” ke buku dan menjawab pertanyaan yang ada didalam buku tersebut.
Melalui penerapan metode pembelajaran berbasis game ini peserta didik diharapkan dapat meningkatkan minat belajar dan hasil belajar peserta didik dalam proses pembelajaran. Implementasi model pembelajaran tersebut tidak hanya bermanfaat bagi peserta didik, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kreativitas guru dalam menciptakan inovasi pembelajaran. Hal ini tentunya dilakukan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di SMA IT Cahaya agar lebih baik di masa yang akan datang.
