Gelar Seminar Program Ketahanan Pangan, Melati Satukan Penyuluh dan Petani untuk Perkuat Kedaulatan
Melati juga menegaskan peran penyuluh sebagai kunci modernisasi pertanian. Bantuan alsintan dan benih, tidak akan berdampak maksimal tanpa pendampingan konsisten di lapangan. Dan di sisi lain, gapoktan naik kelas dari pola bantuan menjadi manajemen agribisnis yang berorientasi hasil.
“Bantuan sejak 2020 sampai 2025 harus kita pastikan meningkatkan produktivitas, bukan sekadar menjadi data realisasi,” katanya.
Sebagai anggota Komisi IV DPR RI, dirinya menyatakan akan mengawal fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan untuk memastikan penguatan irigasi, ketepatan sasaran pupuk subsidi, modernisasi pertanian, serta stabilitas harga pangan benar-benar berpihak pada petani daerah.
“Saya tidak ingin Bangka Belitung hanya menjadi konsumen kebijakan nasional. Kita harus memperkuat sistem pangan kita sendiri secara terencana dan berkelanjutan,” terangnya.
Menurutnya, ketahanan pangan bukan sekadar agenda sektor pertanian, melainkan fondasi stabilitas sosial dan ekonomi. Dalam situasi global yang diwarnai perubahan iklim dan gejolak harga, kemampuan daerah memberi makan rakyatnya sendiri menjadi ukuran daya tahan.
Di hadapan ratusan penyuluh dan petani, seminar tersebut bukan sekadar forum diskusi. Pembicaraan tentang irigasi, teknologi, dan harga panen bermuara pada satu tujuan mengurangi ketergantungan dan memperkuat kemandirian.
“Ketahanan pangan bukan sesuatu yang kita tunggu. Ia sesuatu yang kita bangun. Dan di lahan-lahan yang terus diolah petani Babel, agenda kedaulatan itu kini diuji, bukan oleh retorika, tetapi oleh konsistensi kerja dan keberanian memperbaiki sistem,” tutupnya.
Forum ini menghadirkan sejumlah pejabat teknis Kementerian Pertanian, antara lain Kepala BPPSDMP Kementan RI Idha Widi Arsanti, Direktur Konservasi dan Pengembangan Sumber Air Pertanian Kementan RI Asmarhansyah, Direktur Pembiayaan Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementan RI Purwanta, Kepala BRMP Bangka Belitung Intan Rahayu, serta Ketua KTNA Bangka Belitung Erzaldi Rosman.**
