Tidak lama setelah perahu ditemukan, jasad korban berhasil ditemukan tidak jauh dari lokasi perahu di sekitaran perairan Tanjung Berikat. Proses evakuasi jenazah berlangsung hingga malam hari. Sesampainya di darat, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Bangka Tengah untuk penanganan lebih lanjut, sebelum akhirnya diserahkan secara resmi kepada pihak keluarga yang berduka.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan informasi penemuan tersebut dan menyampaikan duka cita mendalam.

“Kami mewakili seluruh jajaran dan Tim SAR Gabungan turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh unsur potensi SAR mulai dari Ditpolairud Polda Babel, Satpolairud Polres Bangka, BPBD Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, hingga rekan-rekan nelayan setempat yang telah bekerja keras dan bahu-membahu dalam operasi kemanusiaan ini,” ujar Mikel.

Baca Juga  Komitmen Pendidikan Bateng Dinilai, PB PGRI Lakukan Verval Dwija Praja Nugraha 2025

Mikel juga menegaskan imbauan kepada masyarakat pesisir, terutama para nelayan, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan saat melaut. Ia meminta agar setiap nelayan memastikan ketersediaan peralatan keselamatan seperti pelampung (life jacket) dan alat komunikasi, serta selalu memantau informasi perkiraan cuaca sebelum berangkat mengingat kondisi perairan yang kerap tidak menentu.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, antara lain Kantor SAR Pangkalpinang sebagai SAR Mission Koordinator, Ditpolairud Polda Bangka Belitung, Satpolairud Polres Bangka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka, Laskar Sekaban, serta para nelayan lokal. Dengan telah diserahkannya jasad korban kepada pihak keluarga, operasi SAR gabungan ini resmi dinyatakan selesai.