Buka Bersama Awak Media, Wali Kota Pangkalpinang Tegaskan Pers Mitra Strategis Pemerintah
Prof. Saparudin juga menyinggung pentingnya karya tulis sebagai jejak pemikiran seseorang. Menurutnya, tanpa tulisan, gagasan atau pemikiran seseorang akan mudah hilang tanpa dokumentasi.
“Dalam Islam pun tidak banyak orang yang mampu menulis. Tanpa menulis, seseorang tidak akan memiliki jejak. Sehebat apa pun orang, kalau tidak ada karya tulisnya maka bisa saja hilang tanpa jejak,” ungkapnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama ini kerja sama antara pemerintah kota dan media belum berjalan optimal. Hal tersebut, menurutnya, dipengaruhi oleh kondisi keuangan daerah yang sedang menghadapi efisiensi anggaran.
Wali Kota menjelaskan, sejak dirinya bersama Wakil Wali Kota, Dessy Ayutrisna menjabat sekitar empat bulan lalu, pemerintah daerah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang berdampak signifikan terhadap kemampuan pembiayaan daerah. Hal ini berdampak pada berbagai program, termasuk kerja sama dengan media.
“Kita dilanda efisiensi yang luar biasa. Pemerintah pusat memotong anggaran untuk pembangunan. Saat ini kita hanya menerima Dana Alokasi Umum (DAU) untuk gaji ASN, sementara kebutuhan lain seperti pembayaran PPPK, pegawai paruh waktu, hingga TPP harus kita upayakan dari sumber lain,” katanya.
Selain itu, Wali Kota juga menyoroti pertumbuhan jumlah media yang sangat pesat di Pangkalpinang. Jika sebelumnya hanya sekitar 70 media, kini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 170.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyajikan informasi yang benar dan akurat, mengingat informasi yang beredar saat ini dapat terekam secara permanen dalam sistem digital.
“Informasi yang salah atau tidak benar akan tercatat di big data, misalnya di Google. Karena itu penting bagi kita semua untuk menjaga akurasi informasi,” ujarnya. (*)
