Menurut Hidayat, momentum mudik bukan sekadar mobilitas perjalanan, tetapi juga momen emosional masyarakat untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman.

“Mudik adalah perjalanan hati. Karena itu pemerintah harus hadir memastikan masyarakat pulang dengan aman, nyaman, dan penuh kebahagiaan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, gubernur juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para penumpang kapal feri. Salah satunya Ami (35), pemudik yang hendak menuju Palembang bersama keluarganya.

Ami mengaku sudah menunggu cukup lama di pelabuhan sejak pagi hari agar bisa mendapatkan jadwal keberangkatan kapal.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Daerah Bangka Belitung Viktor T. Sihombing mengatakan kondisi keamanan di pelabuhan secara umum masih terkendali. Namun beberapa aspek teknis, terutama pengaturan kedatangan dan keberangkatan kapal, masih perlu dimaksimalkan.

Baca Juga  Dukung Arus Mudik Lebaran di Pelabuhan Tanjung Kalian, ASDP Siapkan Buffer Zone dan Stopper

Menurutnya, kehadiran Forkopimda di lapangan bertujuan memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal sebelum puncak arus mudik terjadi.

“Ini belum puncaknya. Karena itu kami datang langsung untuk melihat, mengevaluasi, sekaligus mengoreksi agar saat puncak arus mudik nanti pelayanan kepada masyarakat bisa jauh lebih baik,” ujarnya.

Untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pemudik, aparat gabungan dari TNI, Polri, serta instansi terkait akan terus melakukan pengamanan maksimal, terutama di titik-titik keramaian dan lokasi antrean penumpang.

Melalui peninjauan ini, gubernur berharap sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh stakeholder dapat terus diperkuat, sehingga arus mudik Lebaran di Bangka Belitung dapat berjalan lancar, aman, dan tertib.*

Baca Juga  Ratusan Penari akan Meriahkan Pembukaan Porprov VI Babel, Rukiman: Persiapannya Sudah 80 Persen