Kondisi antrean yang mengular ini memang sempat melumpuhkan urat nadi distribusi logistik. Keluhan para sopir bukan tanpa alasan; waktu adalah uang, dan setiap jam yang terbuang di pelabuhan berarti keterlambatan barang sampai ke tangan penerima.

Menanggapi gejolak tersebut, pihak PT ASDP Indonesia Ferry angkat bicara. Eka Rossi, DH Bisnis dan Pelayanan ASDP Bangka, menjelaskan bahwa situasi ini merupakan dampak dari “badai” teknis dan lonjakan arus kendaraan secara bersamaan.

“Sebenarnya bukan tiga hari (menunggu), tapi memang arus truk barang sedang meningkat tajam. Di saat yang sama, dari armada yang ada, hanya 11 kapal yang beroperasi karena dua kapal besar sedang menjalani perbaikan,” jelas Eka saat dikonfirmasi pada Selasa (17/3/2026) petang.

Baca Juga  Dukung Kelancaran Arus Mudik Lebaran, Jalan Pangkalpinang-Mentok Diperbaiki BPJN Babel

Kabar baiknya, ketegangan di pelabuhan mulai mencair. Pihak ASDP mengonfirmasi bahwa tumpukan kendaraan perlahan mulai terurai. Harapan besar disematkan pada kedatangan kapal bantuan untuk menuntaskan antrean panjang tersebut.

“Insyaallah, kalau kapal Munic XII datang nanti malam, situasi akan jauh lebih terkendali. Kami upayakan tidak ada lagi penumpukan,” tambah Eka optimis.

Saat ini, Pelabuhan Tanjung Kalian terus berdenyut selama 24 jam penuh. Dengan intensitas hingga 14 trip per hari dan durasi bongkar muat yang dipacu hingga 60 menit per kapal, ASDP berupaya keras mengembalikan senyum para sopir agar mereka bisa segera kembali memutar roda di lintasan Tanjung Kalian–Tanjung Api-api.