“Pelaku sudah diamankan, tidak sampai satu jam langsung kami tangkap. Namun, korban belum sempat membuat laporan resmi karena harus segera menyeberang,” ujar Pradana saat dikonfirmasi, Kamis (19/3/2026).

Meski pelaku telah dibekuk, kasus ini menjadi “alarm” keras bagi para pejuang mudik lainnya. AKBP Aditya yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Bangka Tengah ini mengingatkan bahwa kenyamanan mudik dimulai dari jari sendiri, yakni dengan membeli tiket melalui jalur resmi.

“Kami mengimbau masyarakat agar langsung menggunakan aplikasi Ferizy. Jangan mudah tergiur bujuk rayu pihak tak bertanggung jawab. Jika merasa dirugikan, segera lapor ke pos polisi terdekat,” tegasnya.

Di tengah hiruk-pikuk arus mudik, kepolisian telah menyiagakan personel 24 jam penuh di pos pelayanan dan pos terpadu Tanjung Kalian selama Operasi Ketupat Menumbing 2026.

Baca Juga  Ancam Korban Pakai Parang, Ini Kronologi Lengkap Perompakan Kapal di Perairan Tempilang

Penjagaan ketat ini dilakukan demi memastikan tidak ada lagi pemudik yang nasibnya “terombang-ambing” di daratan akibat ulah calo.

Kisah di Pantai Batu Rakit ini menjadi pengingat pahit bagi siapa saja: bahwa di balik antrean panjang menuju kapal, ada oknum yang siap memangsa celah kelalaian. Jangan biarkan rindu yang membuncah menjadi luka hanya karena godaan jalur belakang yang semu.