Idulfitri Datang Tanpa Ketukan Pintu
Meja makan membisu, kursi-kursi pun kosong,
Rindu ini menderu, seperti ombak yang menyongsong,
Dulu kita bersimpuh, saling memaafkan dengan tenang,
Kini aku bersujud sendiri, dalam air mata yang berlinang.
Baju baru ini terasa begitu dingin di kulit,
Menyembunyikan duka yang kian menghimpit,
Selamat Lebaran, bisikku pada angin yang lewat,
Untukmu yang kini telah jauh, di tempat yang abadi dan rehat.
Takbir bergema, namun hatiku kehilangan irama,
Merayakan kemenangan dalam kesendirian yang lama,
Idulfitri kali ini adalah puisi tentang kehilangan,
Tentang rindu yang tak lagi memiliki pelabuhan.
Halaman
1 2
