“Kapal pada nggak ada yang kerja, jadi TI Selam menjauh. Mereka datang kalau kapal mulai kerja,” ungkapnya, Rabu (25/3/2026).

Ia menyebutkan, keberadaan TI Selam sangat mengganggu produktivitas hasil penambangan, karena selalu bergesekan dengan kapal mitra.

“Keberadaan mereka (TI selam) sangat mengganggu operasional kapal. Sepertinya dengan dampak ini kapal mitra tidak kuat lagi untuk menghadapi ti selam,” sebutnya.

Kasat Polairud Polres Basel Iptu Mulya Renaldi saat di konfirmasi menyebut pihaknya bersama PT Timah telah mengimbau para penambang TI Selam agar tidak beraktivitas dekat KIP.

“Satu pekan sebelum lebaran kami Satpolairud bersama pihak PT Timah sudah melakukan langkah upaya persuasif dengan mengimbau para penambang agar tidak melakukan penambangan KIP tersebut,” terangnya.

Baca Juga  Pangdam II/Sriwijaya Apresiasi Kodim Bangka Selatan Banyak Kemajuan

Satpolairud juga sudah memanggil para penambang dengan membuat surat pernyataan untuk tidak melakukan penambangan lagi.

“Upaya gakkum belum dilakukan karena saat ini sedang menjaga kondusifitas Operasi Ketupat,” tambah Mulia Renaldi.

Selain itu, patroli rutin tetap pihaknya lakukan guna menjaga kondusifitas.

“Apabila para penambang masih tidak mengindahkan imbauan yang diberikan, akan ada tindakan tegas Satpolairud Polres Basel,” tutup kasat.