Selain penumpang, volume kendaraan juga mengalami kenaikan drastis, terutama pada puncak arus mudik. Tercatat sebanyak 3.026 unit kendaraan roda dua dan 4.697 unit kendaraan roda empat telah diseberangkan.

Sementara itu, pergerakan kendaraan besar seperti truk roda enam hingga tronton terpantau stabil namun tetap memberikan kontribusi pada kepadatan pelabuhan.

Kapolres menjelaskan bahwa tingginya mobilitas masyarakat yang tidak sebanding dengan jumlah armada kapal dan kapasitas dermaga menjadi tantangan utama di lapangan.

“Lonjakan ini berdampak langsung pada kepadatan di area Pelabuhan Tanjungkalian. Namun, situasi tetap terkendali berkat koordinasi intensif dengan instansi terkait,” imbuhnya.

Guna mengantisipasi penumpukan, Polres Bangka Barat menerapkan sistem penampungan (buffer zone) bagi kendaraan sebelum memasuki area pelabuhan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan antrean kendaraan bergerak tertib sesuai dengan jadwal tiket yang dimiliki penumpang.

Baca Juga  Diduga Akibat Sakit, Pria Paruh Baya Asal Toboali Ditemukan Meninggal di Mentok

Secara keseluruhan, AKBP Pradana menilai pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah hukum Bangka Barat berjalan aman dan kondusif. Pihaknya memastikan fokus utama kepolisian tetap pada pelayanan masyarakat serta menjamin kelancaran arus mudik maupun balik.