“Kalaupun mereka beralih ke pertanian, belum tentu maksimal karena bukan bidang yang mereka tekuni sebelumnya,” jelasnya.

Ke depan, pihaknya berharap angka kemiskinan di Bangka Tengah dapat ditekan pada 2026, meskipun diakui tantangan yang dihadapi cukup berat.

Ia menambahkan, kondisi ekonomi global, termasuk konflik di Timur Tengah yang berdampak pada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), turut mempengaruhi aktivitas ekonomi daerah.

“Dengan kondisi saat ini memang cukup berat. Dampak konflik global, terutama terkait BBM yang menjadi bahan baku utama di hampir semua sektor, ikut mempengaruhi,” katanya.

Meski demikian, ia berharap angka kemiskinan tidak mengalami peningkatan.

“Kalau bisa bertahan di angka yang sama saja sudah cukup baik, jangan sampai angka kemiskinan justru meningkat,” pungkasnya.

Baca Juga  Pabrik Sawit Aon Belum Bisa Bayar Pesangon, DPMPTK Bateng Sarankan Eks Karyawan Gugat ke Pengadilan