Dalam laporan tersebut, disebutkan realisasi pendapatan daerah mencapai Rp884.175.072.156,22 atau sebesar 98,26 persen. Rinciannya, Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp140.799.068.263,22 atau 96,65 persen, sementara pendapatan transfer mencapai Rp743.376.003.893,00 atau 98,57 persen.

“Untuk pembiayaan daerah, terealisasi sebesar Rp22.610.138.314,27 atau 100 persen. Ke depan, kami berharap program pembangunan yang telah dijalankan dapat memberikan dampak lebih besar terhadap kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Di sisi lain, Ketua DPRD Bangka Tengah, Batianus, menyampaikan bahwa DPRD akan segera membentuk panitia khusus (pansus) untuk membahas dan mengawasi pelaksanaan APBD Tahun 2025.

“Hari ini LKPJ sudah disampaikan melalui paripurna. Selanjutnya, DPRD akan membentuk pansus, melakukan pembahasan bersama OPD terkait, serta turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Baca Juga  Soal Rencana Pembangunan Pelabuhan di Bateng, Algafry: Sabar Dulu, Masih Cari Investor

Ia menjelaskan, pansus akan dibagi menjadi tiga wilayah daerah pemilihan (dapil). Dapil 1 meliputi Kecamatan Koba dan Lubuk Besar, Dapil 2 mencakup Kecamatan Simpang Katis dan Sungaiselan, serta Dapil 3 meliputi Kecamatan Namang dan Pangkalan Baru.

“Nantinya pansus akan bekerja dan menghasilkan rekomendasi kepada kepala daerah terkait pelaksanaan APBD 2025,” pungkasnya.