Sementara itu, Kepala DPMPTK Bangka Tengah, Risaldi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dibiayai melalui DIPA BPVP Belitung, Kementerian Ketenagakerjaan RI Tahun Anggaran 2026.

“Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga kerja serta mempersiapkan angkatan kerja dan pencari kerja,” ujarnya.

Ia menyebutkan, peserta terdiri dari 15 perempuan dan 1 laki-laki. Materi pelatihan mencakup tata kelola pembuatan roti, mulai dari penyiapan bahan hingga produk siap dipasarkan.

Risaldi menambahkan, pelatihan pembuatan roti dipilih karena relatif mudah dijalankan dengan modal yang tidak besar.

“Dengan modal sekitar Rp1 juta dan sudah memiliki oven, masyarakat sudah bisa mulai produksi. Berbeda dengan pelatihan lain yang membutuhkan modal lebih besar,” jelasnya.

Baca Juga  Lantik 44 PNS, Bupati Bangka Tengah Tekankan Integritas dan Moral ASN

Ia juga mengungkapkan, instruktur yang mengajar saat ini merupakan alumni pelatihan serupa yang sebelumnya difasilitasi DPMPTK dan telah berhasil mengembangkan usaha.

“Kuncinya ada pada kreativitas, baik dari segi rasa, bentuk, warna, maupun kemasan. Selain itu, kemampuan pemasaran juga sangat menentukan,” katanya.

Menurutnya, salah satu contoh keberhasilan adalah instruktur yang awalnya hanya menitipkan produk, kini berhasil menembus pasar lebih luas hingga produknya masuk ke SPPG dan menjadi menu MBG, serta mampu membuka lapangan kerja bagi 10 hingga 20 orang.