29 Santri Gagal Terbang ke Surabaya, Pengurus Laporkan Super Air Jet ke Polda Babel
“Jika memang dianggap terlambat, seharusnya dari awal kami tidak bisa check-in. Tapi faktanya sebagian masih bisa boarding, sebagian lagi tidak dan semua bagasi sudah lebih dulu dimasukkan,” terang Farhan.
Oleh karena itu pihaknya sebagai pengurus bersama orang tua sepakat mendatangi SPKT Polda Babel untuk membuat laporan karena merasa sudah dirugikan karena rombongan yang seharusnya berangkat bersama dalam satu jadwal akhirnya terpecah.
“Kami berharap ada klarifikasi resmi dari maskapai untuk kejadian ini, dan kami minta pertanggungjawaban serta ganti rugi sebagai solusi terbaik agar perjalanan para santriwati dapat kembali dilanjutkan meski esok hari,” tutupnya.
Hingga saat ini, pihak maskapai Super Air Jet belum memberikan keterangan resmi terkait laporan dan insiden tersebut. (**)
