Lestarikan Kearifan Lokal, Yoelchaidir Perkenalkan Buku “Nyerupe” ke Sekolah di Bangka Selatan
Ia berharap melalui tulisan di buku ini dapat mengajak masyarakat Basel khususnya untuk terus melestarikan kearifan lokal, memajukan bahasa Melayu agar bahasa daerah tetap terjaga kelestariannya.
“Bangka Selatan memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Melalui buku Nyerupe, saya ingin anak-anak kita tidak hanya sekadar tahu, tapi juga bangga dan mampu mempraktikkan pesan-pesan moral, nilai-nilai kebaikan yang diwariskan nenek moyang kita,” ujar Yoel.
Kehadiran buku tentang kearifan lokal Bangka Selatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi dunia pendidikan.
“Mari terus berbudaya literasi, agar para guru dan siswa untuk lebih gemar membaca melalui narasi-narasi sejarah dan adat istiadat yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari,” tutupnya.
Kepala SMAN 1 Toboali, Yudi Sapriyanto mengucapkan terima kasih kepada Yoelchaidir yang telah menitipkan bukunya di perpustakaan sekolah.
“Karya yang hebat, cerita kearifan lokal yang memang sangat perlu diangkat kembali dan dilestarikan,” tutup Yudi.
