Kompol Albert Sisir Celah di Balik Jeruji, Komitmen Zero Tolerance Polres Bangka Barat di Ruang Tahanan
Satu per satu jeruji besi diketuk untuk memastikan kekuatannya. Ventilasi udara hingga sudut plafon tak luput dari sorot lampu senter petugas. Bahkan, sistem CCTV dipastikan tetap ‘melotot’ selama 24 jam tanpa kendala teknis.
Namun, fokus utama sore itu adalah penggeledahan barang pribadi. Hasilnya, petugas menemukan sejumlah benda yang sekilas tampak biasa, namun berisiko tinggi jika disalahgunakan di dalam sel. Mulai dari tali celana, sikat gigi utuh, obat-obatan tanpa resep dokter, alat cukur, gel rambut, hingga kain sarung diamankan oleh petugas.
“Benda-benda ini kami sita sebagai langkah pencegahan. Di dalam ruang tahanan, barang sesederhana tali atau alat cukur bisa menjadi instrumen gangguan keamanan jika tidak diawasi ketat,” tambah Kompol Albert.
Meski pemeriksaan dilakukan dengan teliti dan tegas, pendekatan humanis tetap dikedepankan. Petugas menyapa dan memastikan kondisi kesehatan para penghuni sel.
Dari balik jeruji, tercatat 21 orang tahanan—terdiri dari 17 laki-laki dan 4 perempuan—dalam kondisi sehat dan mendapatkan hak-hak dasarnya dengan layak.
Langkah “bersih-bersih” ini menjadi sinyal kuat bahwa Polres Bangka Barat tidak main-main dalam urusan pengawasan internal. Di balik jeruji besi itu, keamanan markas adalah harga mati, namun martabat manusia tetap dijaga dalam bingkai profesionalisme kepolisian.
