Petani Sawit Bangka Selatan Menjerit: Harga TBS Anjlok, Pupuk Meroket, Pemerintah Bungkam?

BANGKA SELATAN, TIMELINES.ID – Slogan “Salam Tandan Berduri” kini tak lagi bergaung dengan semangat di kalangan petani kelapa sawit Bangka Selatan (Basel). Alih-alih kesejahteraan, para petani justru sedang dihantam badai ketidakpastian harga dan minimnya keberpihakan dari pemangku kebijakan.

Doni Faizal, seorang petani sawit asal Desa Bencah, mengungkapkan keresahan mendalam yang mewakili suara rekan-rekan seprofesinya.

Menurutnya, kondisi sektor perkebunan sawit di Basel saat ini sedang tidak baik-baik saja.

Poin utama yang menjadi sorotan adalah disparitas harga Tandan Buah Segar (TBS) yang sangat mencolok antar wilayah.

Petani mempertanyakan mengapa harga di tanah sendiri jauh tertinggal dibandingkan daerah tetangga. Harga TBS di Belitung: Rp3.660,- sedangkan Harga TBS di Bangka Selatan: Rp2.950,-

Baca Juga  Harga TBS Anjlok, Batianus Dorong Penambahan Pabrik Sawit

“Perbedaan harga ini sangat jauh, mencapai ratusan rupiah per kilogramnya. Kami para petani bertanya-tanya, ada apa dengan Bangka Selatan? Kenapa kami seperti dianaktirikan dalam penetapan harga ini?” ujar Doni dengan nada kecewa.

Keresahan petani semakin diperparah dengan harga sarana produksi pertanian (Saprodi) yang terus melonjak di toko-toko pertanian desa. Harga pupuk dan pestisida (racun rumput) naik signifikan, berbanding terbalik dengan harga jual hasil panen. Kondisi ini membuat margin keuntungan petani kian menipis, bahkan terancam merugi.