Akhir Bulan Depan, PT Timah akan Bangun Pabrik Logam Tanah Jarang di Babel
Kata Dirut PT Timah, Perminas akan berperan sebagai off-taker, sekaligus pihak yang melakukan proses pengolahan dan hilirisasi logam tanah jarang.
“PT Timah mendapat tugas untuk sebagai supplier untuk bahan-bahan REE atau SHP-nya. Sisa hasil produksi dari timah itu menjadi bahan utama untuk Perminas yang nanti selanjutnya Perminas akan memproses menjadi produk-produk ikutannya,” ungkap Restu dikutip dari CNBC Indonesia.
Pembangunan pabrik LTJ ini diperkirakan akan memakan waktu sekitar 2 tahun. royek ini, masih dalam kajian PT Timah dan Perminas sejak dua bulan lalu.
Restu menjelaskan, nilai ekonomi mineral ikutan timah berpotensi meningkat hingga puluhan kali lipat apabila berhasil diolah menjadi produk bernilai tinggi. Misalnya, untuk kebutuhan pembangkit listrik, energi surya, hingga bahan baku kendaraan listrik.
“Kami laporkan saat ini 20 Mei nanti akan dilakukan groundbreaking itu fasilitas riset dan produksi mineral tanah jarang. Roadmap-nya untuk menuju tanggal 20 Mei nanti yang direncanakan diresmikan oleh Bapak Presiden,” tutupnya.
Sumber: CNBC Indonesia
