Dalam sosialisasi tersebut, dipaparkan pula oleh Ketua Tim BPKP Perwakilan, Habibie Nugroho Wicaksoko, terkait lima unsur utama penentu organisasi yang sehat, yakni Lingkungan Pengendalian yang berintegritas, Penilaian Risiko yang tajam, Kegiatan Pengendalian yang prosedural, Informasi dan Komunikasi yang efektif, serta Pemantauan yang berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi ajang evaluasi terhadap beberapa kendala lapangan yang masih sering ditemukan. Salah satu poin krusial yang dibahas adalah kelemahan dalam penetapan tujuan strategis maupun operasional di tingkat OPD.

Seringkali, target kinerja dibuat tanpa merujuk pada data historis capaian tahun sebelumnya. Selain itu, banyak indikator kinerja yang ditemukan belum memenuhi kriteria SMART (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound) serta belum sepenuhnya berorientasi pada hasil (outcome).

Baca Juga  Investasi Triwulan II di Babel Capai Rp4,94 T, Segini Serapan Tenaga Kerjanya

Melalui sosialisasi ini, para undangan yang hadir yakni Bidang Perencanaan dari seluruh OPD diharapkan mampu melakukan pemetaan parameter yang lebih akurat. Dengan perbaikan pada sisi manajemen risiko dan pengendalian korupsi (IEPK), Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimis kualitas tata kelola pemerintahan di tahun 2026 akan meningkat secara signifikan. (Humas ITDA : Echa)