BANGKA BARAT, TIMELINES.ID – Di bawah langit Desa Terentang, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat yang mulai menyengat, deretan personel dengan seragam tanggap darurat berdiri tegak di lapangan Kantor Bukit Intan Estate.

Pada Selasa (14/4/2026) pagi itu, bukan sekadar apel rutin yang digelar PT Bumi Permai Lestari (BPL), melainkan sebuah penegasan komitmen menjaga bumi dari ancaman api.

Menyambut musim kemarau yang diprediksi bakal lebih panjang, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini mengambil langkah seribu melalui Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Kebun dan Lahan (Karbunhutla).

Langkah ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020, sekaligus inisiatif mandiri untuk memastikan investasi hijau dan lingkungan sekitar tetap aman.

Baca Juga  Bhabinkamtibmas Polres Pangkalpinang Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan

“Persiapan matang adalah kunci. Kita tidak boleh lengah menghadapi situasi musim panas mendatang,” ujar Manager PT BPL, Yandris Dima Kanatalo, saat memimpin apel di hadapan para pemangku kepentingan.

Suasana khidmat memuncak saat seluruh elemen—mulai dari pimpinan perusahaan hingga pejabat daerah—membubuhkan tanda tangan di atas lembar komitmen bersama.

Ini bukan sekadar coretan tinta di atas kertas, melainkan simbol sinergi bahwa urusan api bukan hanya tanggung jawab satu pihak.

Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Kebun dan Lahan (Karbunhutla) yang digelar PT Bumi Permai Lestari (BPL), Selasa (14/4/2026). Foto: Istimewa

Usai seremonial, ketenangan lapangan seketika pecah. Asap membubung tinggi dalam simulasi pemadaman kebakaran. Dengan cekatan, Tim Tanggap Darurat PT BPL merangsek maju.