Adapun paket kegiatan yang telah diserahterimakan meliputi Jalan Lubuk Besar – B2 sepanjang 3,43 km (2023), Jalan Terak – Simpang Bandara sepanjang 6,67 km (2023), Jalan Lubuk Pabrik – Kampung G1 sepanjang 8,03 km (2025), Jalan Lubuk Pabrik – Kampung G2 sepanjang 3,08 km (2025). Adapun total nilai proyek tersebut mencapai kurang lebih Rp115 miliar.

Efrianda menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan terbukti membawa dampak signifikan bagi masyarakat. Salah satunya terlihat di ruas Simpang Bandara yang kini berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mendorong pertumbuhan UMKM.

Selain itu, kawasan lain seperti Lubuk juga mengalami peningkatan nilai ekonomi, termasuk kenaikan harga tanah dan terbukanya peluang investasi baru. Namun, tanpa kelanjutan dukungan anggaran dari pusat, upaya percepatan pembangunan infrastruktur di Bangka Tengah dikhawatirkan bisa melambat.

Baca Juga  Rakor Stunting 2026: Pemkab Bangka Tengah Tekankan Sinergi hingga Tingkat Desa

Karena itu, Pemkab Bangka Tengah terus melakukan berbagai upaya, termasuk menjalin komunikasi dengan DPR RI, agar alokasi APBN kembali mengalir ke daerah tersebut. (**)