Camat Parittiga Sebut Kerusakan Rumah Akibat Puting Beliung Bervariasi, Tersebar di 3 Desa
Sementara itu, Vatiawati (42), warga Desa Kelabat yang rumahnya turut menjadi korban, mengaku sangat panik saat menyaksikan langsung peristiwa mengerikan itu.
“Waktu kejadian saya sedang berada di dalam rumah. Begitu bagian depan mulai ambruk, saya langsung berlari keluar menyelamatkan diri. Saat itu anak-anak kebetulan sedang berada di luar untuk bermain dan sekolah. Saya sempat lemas dan panik karena takut anginnya semakin membesar,” tutur Wati.
Ia menambahkan, embusan angin kencang tersebut bergerak memutar dan seketika menerbangkan material atap rumahnya. Saat ini, warga terdampak sangat mengharapkan adanya uluran tangan dari pihak pemerintah.
“Anginnya berputar kencang sampai membuat atap asbes bagian belakang rumah terbang ke depan. Harapan kami kepada pemerintah, mudah-mudahan segera mendapat bantuan material untuk perbaikan rumah,” pungkasnya. (**)
