Merajut Kebersamaan di Momen Lebaran: Halalbihalal di SD Yapita Bersama Mahasiswa UINSA
Halal bihalal tahun ini dilaksanakan di lapangan, siswa diarahkan untuk langsung berkumpul di lapangan setelah datang ke sekolah. Berbeda dengan tahun sebelumnya yang mana diawali dengan kegiatan salam-salaman di dalam kelas, tahun ini seluruh rangkaian acara kegiatan halal bihalal difokuskan di lapangan agar lebih efektif dan dapat diikuti bersama-sama. Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang menyatakan bahwa kegiatan keagamaan di sekolah dapat membentuk karakter sosial siswa seperti kebersamaan, kepedulian, dan sikap saling menghargai.[4]
Seluruh warga sekolah turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, mulai dari guru, siswa, hingga karyawan seperti satpam dan petugas kebersihan. Mahasiswa Ilmu Hadis UINSA juga turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mahasiswa ikut berperan dalam pelaksanaan acara sesuai dengan struktur yang telah ditentukan, sehingga membantu kelancaran kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya terjalin antar siswa, tetapi juga melibatkan seluruh elemen sekolah.
Namun demikian, ada beberapa kendala dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Setelah libur panjang, koordinasi panitia masih kurang maksimal dan jumlah personil yang terbatas menjadi tantangan tersendiri. Persiapan kegiatan bahkan hanya dilakukan oleh beberapa orang yang berada di sekitar sekolah.
Akibatnya pelaksanaan kegiatan ini ada sedikit keterlambatan dan jadi sedikit kesiangan, tetapi tidak sampai mengganggu jalannya kegiatan dan bisa selesai sesuai dengan tujuan. Dalam sambutan dari Kepala SD Yapita beliau menyampaikan bawa kegiatan halal bihalal ini berharap siswa dapat terus menjaga sikap saling menghormati, mempererat kebersamaan, serta menghindari pertengkaran. Ia juga menekankan pentingnya membiasakan sikap saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di masyarakat.
[1] Fatimah Azzahro, Hartini Salamah, and Julia Fasha, “Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tradisi Halal Bihalal,” TSAQOFAH 5, no. 2 (March 2025): 794, https://doi.org/10.58578/tsaqofah.v5i2.5210.
[2] Enny Satria and Aziza Aryati, “Islam Dan Budaya: Subtansi Nilai-Nilai Pendidikan Dalam Tradisi Islam Halal Bihalal,” Indonesian Journal of Research in Islamic Studies 1, no. 2 (November 2024): 43, https://doi.org/10.64420/ijris.v1i2.216.
[3] Eko Zulfikar, “Tradisi Halal Bihalal Dalam Perspektif Al-Qurâ€TMan Dan Hadis,” Jurnal Studi Al-Qur’an 14, no. 2 (July 2018): 30, https://doi.org/10.21009/JSQ.014.2.03.
[4] Nuryani Dwi Astuti et al., “Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Sekolah Era Digital Di Indonesia,” Jurnal Pendidikan Karakter, November 10, 2025, 29–30, https://doi.org/10.21831/jpka.v16i1.76084.
