“Hadapi TKA dengan jujur dan benar. Nilai yang didapatkan dengan cara jujur jauh lebih berharga meskipun hasilnya tidak sempurna,” ujar Heru di sela peninjauan.

Menurut Heru, TKA bukan sekadar agenda rutin tahunan, melainkan instrumen vital untuk mengukur capaian kualitas pendidikan di daerah. Fokus utama tes ini terletak pada kompetensi literasi dan numerasi siswa.

“Secara prinsip, yang diukur adalah kompetensi numerik dan literasi. Ini menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan di Bangka Barat mampu bersaing dengan daerah lain,” katanya.

Lebih lanjut, Heru menjelaskan bahwa hasil TKA akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah. Melalui nilai rapor yang muncul pasca-ujian, pemerintah dapat memetakan kekurangan dan merancang program perbaikan kualitas pendidikan ke depan.

Baca Juga  Kolaborasi dengan TNI, PT Timah Tbk Bangun MCK dan Sarana Olahraga Masyarakat di Bangka Barat

Ia berharap melalui sistem pendidikan yang terus dibenahi, Bangka Barat dapat melahirkan generasi unggul di masa mendatang.