Menindaklanjuti hal itu, Algafry meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bangka Tengah segera memanggil oknum yang dimaksud untuk diberikan pembinaan.

Menurutnya, sikap arogan tidak hanya berdampak pada pelayanan publik, tetapi juga merugikan diri sendiri sebagai aparatur negara.

“Perlu ada edukasi dan pembinaan. Sikap arogan ini berbahaya, jangan terus ditonjolkan karena bisa berdampak buruk,” tegasnya.

Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan seluruh ASN di Bangka Tengah dapat meningkatkan etos kerja serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Baca Juga  Lepas 80 Kafilah MTQH XIII ke Belitung, Bangka Tengah Target Juara Umum