Adapun peserta berasal dari berbagai instansi, mulai dari Sekretariat Daerah, DPRD, inspektorat, badan dan dinas, hingga kecamatan dan rumah sakit daerah. Setiap harinya, sejumlah OPD akan mengikuti sesi pelatihan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh panitia.

Selain itu, peserta juga diimbau untuk membawa laptop guna mendukung proses pelatihan yang bersifat teknis dan praktik langsung. Materi yang diberikan mencakup teknik pemberkasan arsip, pengelolaan arsip statis, serta tata cara akses arsip yang efektif dan sesuai standar kearsipan nasional.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan berharap dapat mewujudkan sistem pengelolaan arsip yang tertib, akuntabel, dan mudah diakses, sehingga mendukung peningkatan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik.

Baca Juga  Ceramah Ustaz Ucay Warnai Tabligh Akbar HUT ke-23 Kabupaten Bangka Selatan

“Dengan adanya bimtek ini, diharapkan seluruh perangkat daerah dapat mengelola arsip secara profesional dan terstandar, sehingga arsip dapat menjadi sumber informasi yang valid dan terpercaya,” imbuhnya.

Terakhir, H. Mulyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital kearsipan, khususnya melalui pemanfaatan aplikasi SRIKANDI sebagai sistem informasi kearsipan dinamis terintegrasi di lingkungan pemerintahan.