“Kita ingin meningkatkan kemauan masyarakat untuk memanfaatkan digitalisasi ini supaya pembayaran non-tunai mulai semarak di Kabupaten Bangka Tengah. Para camat sudah kami instruksikan untuk kembali menyosialisasikan pemanfaatan pembayaran non-tunai,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Bangka Tengah, Wahyu Nurrakhman, mengungkapkan sejumlah kendala yang masih menghambat percepatan digitalisasi transaksi.

Ia menyebut rendahnya partisipasi dan pelaporan dari pemangku kepentingan dalam rapat koordinasi sebelumnya menjadi salah satu hambatan utama.

“Selain itu, masih ada kendala infrastruktur dan mindset masyarakat, termasuk akses terhadap layanan perbankan seperti kepemilikan rekening untuk mendukung pembayaran melalui QRIS,” jelas Wahyu.

Tak hanya itu, kesiapan pelaku usaha dalam menyediakan platform pembayaran non-tunai juga dinilai masih belum merata.

Baca Juga  Terharu, 2 Santri Terbaik Dapat Hadiah Umrah dari Bupati Bateng

“Memang perlu kerja keras bersama untuk mengubah pola pikir masyarakat dari penggunaan uang tunai ke uang digital melalui sosialisasi yang lebih masif,” pungkasnya.