Ia menegaskan, pemerintah daerah tetap mengedepankan perlindungan privasi bagi penderita HIV/AIDS, namun upaya pencegahan dan komunikasi kepada kelompok berisiko tetap harus dilakukan secara intensif.

“Kami meminta dinas kesehatan untuk tetap menjaga privasi pasien, tetapi juga membangun komunikasi dengan kelompok berisiko agar mereka mau melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” jelasnya.

Menurutnya, langkah edukasi dan deteksi dini menjadi kunci dalam menekan laju penyebaran HIV, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perilaku hidup sehat.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga terus mendorong skrining serta sosialisasi HIV/AIDS sebagai upaya pencegahan, sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. (**)

Baca Juga  Aset Sitaan Tambang Ilegal di Bangka Tengah Raib! Komponen Ekskavator Senilai Rp300 Juta Hilang