Ia menegaskan bahwa indikator keberhasilan ibadah haji tidak berhenti saat di Tanah Suci, melainkan tercermin dari perubahan sikap setelah kembali ke daerah asal. Ia mengingatkan agar predikat haji tidak hanya menjadi simbol, tetapi membawa dampak nyata dalam kehidupan sosial.

“Jangan sampai pulang hanya membawa gelar haji, tapi sikap tidak berubah. Haji itu harus membuat kita lebih rendah hati, lebih sabar, dan lebih bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Selain itu, Saparudin juga menitipkan pesan kepada para jemaah untuk turut mendoakan kondisi daerah selama berada di Tanah Suci.

“Doakan Pangkalpinang supaya menjadi kota yang nyaman, sejahtera, dan masyarakatnya semakin baik,” ujarnya.

Terkait dukungan pemerintah, ia memastikan bahwa Pemerintah Kota Pangkalpinang akan memfasilitasi proses pelepasan jemaah secara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 30 April di Masjid Kubah Timah.

Baca Juga  8 Remaja di Pangkalpinang Diciduk hendak Perang Sarung

Melalui pertemuan ini, diharapkan 297 calon jemaah haji asal Pangkalpinang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan spiritual dalam menghadapi berbagai dinamika selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.