“Secara luasan lahan, kita sudah siap. Selanjutnya akan dilakukan penilaian terhadap kelayakan fungsi lahan yang paling sesuai untuk pembangunan Sekolah Rakyat ini,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Sarana Strategis, Daru Suryaningwang, menjelaskan bahwa kegiatan survei ini merupakan tindak lanjut dari usulan lokasi yang telah disampaikan oleh pemerintah daerah.

“Kami menindaklanjuti usulan-usulan lokasi Sekolah Rakyat yang telah diberikan oleh pemerintah daerah. Dalam tahap ini, kami melakukan pengecekan baik dari sisi teknis maupun administratif. Hasilnya nanti akan kami laporkan ke Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial untuk menjadi bahan penetapan apakah lokasi tersebut dapat ditindaklanjuti atau tidak,” ungkapnya.

Daru menegaskan bahwa saat ini proses masih berada pada tahap awal, yakni penyaringan (screening) terhadap kesiapan lahan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan.

Baca Juga  Edar Sabu di Kecamatan Lepar, Kini Tedy Meringkuk di Balik Jeruji Besi

“Ini masih tahap awal survei, sehingga kami fokus pada screening kesiapan lahan. Untuk penetapan lokasi nantinya akan dibahas bersama antara Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Daru menyampaikan bahwa hasil survei akan segera dilaporkan ke pemerintah pusat, sembari menunggu keputusan lebih lanjut dari Kementerian Sosial.

“Untuk tahap survei ini tidak memerlukan waktu lama, hasilnya akan segera kami laporkan. Selanjutnya kami menunggu keputusan dari Kementerian Sosial terkait penetapan lokasi. Saat ini program masih berada pada tahap kedua dan akan dilanjutkan pada tahap-tahap berikutnya,” tambahnya.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi salah satu upaya strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi masyarakat dari kelompok rentan, serta memperluas akses pendidikan di Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga  Kecamatan Toboali Kejar Target 12 Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan