Kegiatan ini sekaligus bentuk aksi para pendidik PAUD yang sampai saat ini masih ada kesenjangan antara guru PAUD formal dan non formal, sehingga mereka belum mendapat kesetaraan meski di sisi kewajiban mereka dituntut untuk sama dan mereka selalu mengeluarkan dana sendiri untuk ikut diklat berjenjang dan selalu semangat mengasah kompetensinya.

“Kami Himpaudi terus berupaya menyuarakan kesetaraan ini meski tidak melakukan hal-hal anarkis atau lainnya namun dengan kegiatan-kegiatan positif untuk menunjukkan bahwa kami punya sumbangsih cukup besar dalam mengasah kreativitas anak bangsa,” ujarnya.

Ketua Panitia Penyelenggara Ajang Kreasi Serumpun Sebalai, Ferayana menambahkan, anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan bangsa. Pada masa inilah karakter, kecerdasan, kreativitas, keberanian, rasa percaya diri, dan nilai-nilai kehidupan mulai ditanamkan.

Baca Juga  Perusahaan Swasta Asal Tiongkok Bidik Pasir Kuarsa di Bangka Belitung

Melalui kegiatan Ajang Kreasi Serumpun Sebalai ini, PW HIMPAUDI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berupaya menghadirkan ruang yang positif, menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak usia dini untuk menampilkan bakat, mengembangkan potensi, serta belajar bersosialisasi dalam suasana yang sehat dan menggembirakan.

Tema “PAUD Bangka Belitung Berkarya dan Berbudaya” dipilih sebagai bentuk komitmen kita bersama untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal sejak dini meski di tengah derasnya arus globalisasi dan perkembangan teknologi, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga identitas budaya daerah agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus.

Nilai “Serumpun Sebalai” yang menjadi ciri khas masyarakat Bangka Belitung mengandung makna persaudaraan, persatuan, kebersamaan, dan gotong royong. Nilai inilah yang ingin kita tanamkan kepada anak-anak sejak usia dini,agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang menghargai sesama, cinta lingkungan, dan memiliki semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga  Peringati Hari Kartini, BKKBN Gelar Pelayanan KB MOP Terbanyak Serentak se-Indonesia

Kegiatan ini bukan semata-mata perlombaan untuk mencari siapa yang menjadi juara, tetapi lebih dari itu, menjadi sarana pembelajaran karakter. Anak-anak belajar untuk berani tampil, belajar percaya diri, belajar bekerja sama, belajar menghargai teman, dan belajar menerima hasil dengan lapang dada.

“Kami berharap anak-anak dapat merasakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan orang tua semakin memahami pentingnya stimulasi positif bagi tumbuh kembang anak. Para pendidik PAUD juga bisa semakin termotivasi untuk terus berinovasi dalam mendidik generasi penerus bangsa,” ujarnya.

Ajang kreasi serumpun sebalai “PAUD Bangka Belitung Belitung Berkarya dan Berbudaya diikuti lebih dari 900 Anak-anak dari 200 lebih Lembaga PAUD se-Pulau Bangka. Lima lomba yang diikuti yakni lomba kolase, bakiak, tarik tambang, tari dambus dan faahion show oleh Pendidik PAUD.*

Baca Juga  Tim Monev Stamarena Polri Kunjungi Polda Babel, Tinjau Pelayanan Publik di Polda dan Polresta Pangkalpinang