Pimpin Upacara Hari Otonomi Daerah, Bupati Riza: Pemkab Basel Siap Bersinergi Wujudkan Asta Cita
Tema Hari Otonomi Daerah tahun ini juga mengandung makna penting tentang kemandirian dan tanggung jawab daerah dalam mengelola potensi lokal, sekaligus memperkuat sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah guna mewujudkan Asta Cita.
“Tanpa koordinasi yang baik, tujuan besar tersebut tidak akan dapat tercapai secara optimal. Oleh karena itu, sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci utama dalam keberhasilan pembangunan nasional,” lanjutnya.
Dalam sambutan itu juga dipaparkan sejumlah fokus strategis nasional, di antaranya penguatan ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, hilirisasi industri, reformasi birokrasi berbasis digital, penguatan kapasitas fiskal daerah, kolaborasi antarwilayah, serta peningkatan layanan dasar dan pengentasan ketimpangan.
Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia aparatur, penguatan kelembagaan, serta tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel menjadi prioritas penting agar otonomi daerah mampu berjalan efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Menutup sambutan tersebut, Menteri Dalam Negeri mengajak seluruh pemerintah daerah untuk terus menjadikan semangat otonomi daerah sebagai motor penggerak pembangunan daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.
“Semoga semangat otonomi daerah senantiasa menjadi motor penggerak bagi terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih baik,” tutup Bupati Riza.
Melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi pembangunan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menghadirkan pemerintahan yang profesional dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
