Penemuan ini bermula dari kecurigaan warga bernama Dodi di sekitar Pasar Ikan Mentok. Doni diketahui berada di kawasan Surau Nurul Adzatun, Kampung Tanjung Tengah, selama kurang lebih dua hari. Warga yang peduli kemudian memberikan makanan dan melaporkan keberadaannya ke polisi.

Berdasarkan keterangan awal, Doni mengaku nekat pergi ke Mentok atas kemauannya sendiri tanpa ada konflik dengan pihak mana pun. Sebelumnya, ia diketahui meninggalkan Pondok Pesantren Al Fatah, Desa Cengkong Abang, pada Sabtu (25/4) pukul 11.00 Wib dengan alasan kurang sehat dan ingin pulang.

Namun, Doni tak kunjung sampai ke rumah hingga keluarga melapor ke polisi.

“Kondisi psikologis anak stabil. Saat ini yang bersangkutan sudah berada di Mapolres Bangka Barat untuk proses serah terima kembali kepada pihak keluarga,” tambahnya.

Baca Juga  Kasus Dugaan Penganiayaan Siswa SLBN Mentok, Kepala Sekolah Penuhi Panggilan Polisi

Pihak kepolisian turut mengapresiasi keberanian dan peran aktif Dodi serta warga Tanjung Mentok yang sigap melapor, sehingga koordinasi cepat dapat dilakukan dan anak tersebut ditemukan dalam keadaan sehat walafiat.