“Hari ini kita mendapat gambaran utuh dari Pemerintah Sumedang. Mereka memiliki banyak sekali aplikasi yang sudah terintegrasi. Sementara kita di Bangka Tengah masih memiliki keterbatasan anggaran sehingga belum bisa sepenuhnya mereplikasi sistem tersebut,” jelasnya.

Meski demikian, Nizam menyebut Bangka Tengah telah memiliki arah pengembangan digital melalui program “Sikok Data” yang akan terus diperkuat.

“Kita sudah punya gambaran ke depan, salah satunya melalui program Sikok Data. Nantinya data Bangka Tengah bisa diakses dalam genggaman, dengan mengintegrasikan berbagai aplikasi yang ada di masing-masing OPD,” katanya.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah banyaknya aplikasi yang tersebar di berbagai perangkat daerah.

“Kita ketahui ada ratusan aplikasi di Bangka Tengah. Ke depan, ini akan kita satukan dalam sebuah platform besar sebagai bagian dari implementasi SPBE, untuk mewujudkan Bangka Tengah sebagai daerah yang smart,” tutupnya.

Baca Juga  Ternyata Ini Penyebab Program Jahe Merah Mantan Gubernur Erzaldi Gagal Panen