“Dukungan PT TIMAH benar-benar memberdayakan masyarakat adat. Kami berharap sinergi ini terus terjalin dalam menjaga dan melestarikan budaya,” ujarnya.

Bupati Bangka, Fery Insani, turut memberikan apresiasi atas kontribusi PT TIMAH dalam mendukung pengembangan kawasan adat tersebut.

Ia menilai, dukungan perusahaan telah memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk melalui pembangunan fasilitas seperti homestay yang mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

“Saya sempat cek bangunannya bagus sekali dan dibangun oleh PT TIMAH kemudian dijadikan homestay ya. PT Timah membangun komunitas ini juga termasuk melaksanakan program CSR di sini. Bagus sekali. Mudah-mudahan PT TIMAH berkembang, dekat dengan masyarakat, dan masyarakat terbantu. Jadi circular economy-nya juga hidup,” ujar Fery.

Baca Juga  Kedai Makan Madina Sediakan Kuliner Gangan Belitong, Mitra Binaan PT Timah Tbk yang Eksis Belasan Tahun

Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Bangka, Syahbudin, yang mendorong agar kolaborasi antara PT TIMAH dan masyarakat terus diperkuat dalam upaya pelestarian budaya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Bangka, Ruslina, mengungkapkan bahwa masyarakat adat Mapur merasakan langsung manfaat dari dukungan yang diberikan PT TIMAH sejak awal pengembangan kampung adat tersebut.

“Dukungan PT TIMAH sangat luar biasa dan dirasakan langsung oleh masyarakat. Ini menjadi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap pelestarian budaya,” ujarnya.

Keberlangsungan Ritual Adat Nujuh Jerami menjadi bagian penting dalam menjaga eksistensi Kampung Adat Gebong Memarong sebagai pusat pelestarian budaya Mapur. Hingga kini, kawasan tersebut terus dikembangkan sebagai ruang edukasi budaya sekaligus destinasi wisata yang memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat luas.(*)

Baca Juga  PT Timah Dukung Lomba Dayung dan Penanaman Mangrove Bersama HNSI Bangka