“Untuk prosesnya awalnya aku ikut lomba itu cuma karena penasaran dan pengen mencoba kemampuan diri sendiri,” ujarnya, Jumat (1/5/2026).

Namun sebagai penerima beasiswa, ia sadar bahwa berkembang bukan pilihan, melainkan keharusan. Ia terus menjaga nilai, disiplin belajar dan konsisten berlatih meskipun rasa lelah sering datang.

“Walaupun kadang capek dan selalu memanfaatkan kesempatan untuk belajar hal baru tapi dari proses itu hasilnya pelan-pelan mulai terlihat,” tambahnya.

Selain itu Wulan juga mengatakan bahwasanya pada tanggal 28 April pukul 14.00 Wib saat pengumuman menjadi momen tak terlupakan. Bahkan ia juga tak menargetkan emas sejak awal.

“Perasaannya seneng banget karena baru kali ini dapet medali emas, dan gak ekspek bakalan medali emas, berharapnya medali perunggu saja pun sudah senang,” katanya dengan penuh rasa syukur kebahagiaan

Baca Juga  DPRD Babel Sambut Kepulangan 68 Korban TPPO Myanmar

Kini, capaian itu menjadi pijakan baru. Wulan berharap bisa terus mengembangkan diri dan menjadikan keberhasilan ini sebagai motivasi untuk terus melangkah lebih jauh. Di balik satu hari yang padat, tersimpan bukti bahwa kerja keras, keberanian mencoba dan konsistensi bisa membawa seseorang melampaui ekspektasinya sendiri.