Bangka Barat akan Dibangun Pabrik Pengolahan LTJ, Begini Tanggapan Anggota DPRD
“Selama ini banyak rencana pembukaan investasi A, B, hingga C, termasuk pelabuhan (Tanjung Ular) yang meski sudah setengah jadi, namun belum berjalan efektif. Kami harap yang satu ini benar-benar terlihat hasilnya,” ungkap legislator asal Dapil Kecamatan Mentok tersebut.
Eddy menegaskan, syarat mutlak bagi investor yang masuk ke Bangka Barat adalah komitmen pemberdayaan masyarakat lokal. Ia mendesak agar perusahaan wajib menyerap minimal 70 persen tenaga kerja dari putra daerah.
“Kalau perusahaan buka di sini tapi mayoritas pekerjanya orang luar, maka asas manfaatnya bagi masyarakat lokal tidak akan terasa. Lapangan kerja sangat dibutuhkan karena setiap tahun lulusan SMA kita terus bertambah, sementara daya tampung kerja masih minim,” tegasnya.
Lebih lanjut, Eddy juga menaruh harapan besar kepada Bupati Bangka Barat, Markus, untuk mengawal masuknya investasi ini. Dengan pengalaman panjang Markus di birokrasi dan legislatif, ia optimis pemerintah daerah mampu menciptakan ekosistem investasi yang sehat.
“Mudah-mudahan Pak Bupati yang sudah berpengalaman dan enerjik ini bisa mewujudkan lapangan pekerjaan yang banyak, tidak hanya dari sektor logam tanah jarang, tapi juga sektor-sektor lainnya,” pungkas Eddy.
