Menurutnya, gejala tersebut dipicu oleh minuman tambahan berupa susu kedelai atau air tahu kemasan.

“Bukan keracunan akibat MBG. Siswa mengalami sakit perut dan muntah setelah minum susu tahu,” ujar Syamsir di lokasi peninjauan.

Ia menambahkan bahwa kondisi para siswa sudah dalam penanganan medis. Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Belitung mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bentuk antisipasi.

“Kebijakan ini diambil untuk mencegah kemungkinan kejadian serupa sebelum penyebab pasti terungkap,” tambahnya.

Selain penghentian operasional dapur, pemasok minuman susu kedelai kini tengah menjalani pemeriksaan terkait standar produksi dan distribusi.

Dinas Kesehatan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga telah mengambil sampel makanan serta minuman untuk diuji di laboratorium.

Baca Juga  Tragis! Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Tewas usai Tertimpa Lemari Sekolah