​Ia meminta pemilik DO dan pengepul untuk lebih ketat dalam melakukan sortir di tingkat bawah. Menurutnya, masyarakat dan petani harus memahami standarisasi buah yang layak masuk ke pabrik sejak awal.

​”Di satu sisi petani menginginkan harga naik, namun di sisi lain pembinaan kualitas harus berjalan. Jika kualitas buah bagus, maka rendemen yang dihasilkan juga maksimal, yang pada akhirnya akan menguntungkan semua pihak dalam rantai pasok ini,” pungkasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan, Risvandika, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Bangka Selatan, Agung Prasetyo, serta puluhan perwakilan pimpinan pabrik kelapa sawit dan pemilik DO se-Kabupaten Bangka Selatan.

Baca Juga  Siap-Siap! Pemkab Basel akan Gelar Tarkam Kemenpora dan Kemilau Pesona 2025