Ia juga berharap dengan melakukan inventarisir aset dalam rapat koordinasi bersama ini, Pemprov Babel terus berkomitmen untuk mendorong terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan dan memberi manfaat untuk masyarakat di daerah.

“Ini bentuk komitmen kita karena pemerintah daerah ingin mengetahui secara pasti berbagai persoalan tata ruang dan pertambangan, mulai dari tumpang tindih lahan, hingga IUP yang bersentuhan dengan kawasan hutan lindung dan hutan produksi itu,” ujarnya.

Menurutnya persoalan ini juga menjadi sejumlah isu strategis dan perhatian bersama, di antaranya penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), pengelolaan wilayah pertambangan serta percepatan reforma agraria guna mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Dalam arahannya, Gubernur Hidayat Arsani mengungkapkan sejumlah isu strategis tersebut menjadi hal yang sangat penting dibahas karena menjadi landasan utama dalam pelaksanaan pembangunan daerah selanjutnya,” tutup Hidayat Arsani.**

Baca Juga  Bahas Perencanaan Pembangunan Kota Pangkalpinang, Ini Penekanan Pj Wali Kota Lusje