Kemudian yang ketiga sebagai batasan teknis. Dalam artian, kata Dina, pemantauan saat ini difokuskan pada kondisi visual struktur, bukan pada pengujian kekuatan beban secara mendalam.

Berdasarkan data terbaru, tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah Bangka saat ini sudah mencapai angka 99 persen. Namun, daya tahan jalan tersebut menghadapi tantangan besar dari kendaraan bermuatan lebih.

“Poin kuncinya itu pertama terkait kapasitas maksimal. Jadi, jalan nasional di Bangka dirancang untuk beban maksimal 8 ton. Masalah utama kita banyak kendaraan melintas dengan beban di atas ambang batas (ODOL). Dampaknya, kelebihan beban dapat mempercepat kerusakan jalan meski kondisi lendutan saat ini dinilai masih mencukupi,” bebernya.

Baca Juga  Pemkab Babar Diduga Berjamaah Diskriminasi Pedagang Pasar Mentok

Selain aspek teknis, BPJN Babel juga menjalankan program Padat Karya dengan melibatkan warga lokal untuk pembersihan saluran dan perbaikan bahu jalan. Hal ini dilakukan guna menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar proyek.

Untuk menentukan prioritas tahun berikutnya, BPJN terus melakukan survei berkala di setiap ruas jalan. Hasil survei ini akan menjadi dasar penentuan titik mana yang membutuhkan penanganan khusus pada anggaran tahun mendatang.