Jadi Tokoh Inspiratif, Wakapolda Babel: Keteladanan Guru dalam Membangun Karakter Siswa
Pendidikan Karakter Tak Selalu Butuh Biaya Besar
Sementara itu, Wakil Bupati Beltim, Khairil Anwar yang membuka seminar mengatakan Pemerintah Kabupaten Beltim memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan yang digagas PGRI tersebut. Menurut Khairil, pembangunan karakter anak tidak selalu bergantung pada besarnya anggaran, melainkan lebih kepada keteladanan dan konsistensi para pendidik.
“Materi yang disampaikan Pak Wakapolda sebenarnya tinggal action saja. Guru-guru kita sebenarnya sudah mumpuni, tinggal implementasinya kepada murid melalui contoh pribadi,” kata Khairil.
Khairil menilai pembentukan karakter harus dimulai sejak dini melalui kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan baik yang dicontohkan langsung oleh guru.
“Nah itulah masa depan. Karena anak-anak itu sifatnya meniru. Kalau diarahkan dan dicontohkan dengan baik, maka karakter itu akan terbentuk,” ujar Khairil.
Mantan Camat Gantung ini juga menyoroti tantangan pendidikan saat ini yang tidak lepas dari pengaruh teknologi dan penggunaan telepon genggam pada anak-anak.
“Anak-anak sekarang ini hobinya main HP. Nah ini perlu pembatasan dan penguatan muatan lokal supaya mereka tidak kehilangan karakter dan jati dirinya,” ungkapnya.
Meski demikian, ia optimistis para guru di Beltim mampu menjawab tantangan tersebut jika dilakukan secara bersama-sama.
“Pembentukan karakter ini tidak semuanya harus pakai duit. Ini tanggung jawab besar kami pemerintah daerah bersama guru-guru di Beltim,” tegas Khairil.
Dalam sambutannya, Khairil juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan karakter sangat ditentukan oleh keteladanan para pendidik. Pemerintah daerah, kata dia, akan terus memberikan perhatian terhadap pembangunan sumber daya manusia melalui sektor pendidikan.
Khairil berharap seminar tersebut menjadi ruang berbagi gagasan, pengalaman dan inovasi bagi para guru untuk memperkuat pendidikan karakter di sekolah demi kemajuan pendidikan di Kabupaten Beltim. @2!
