“Demokrasi menjadi mandat yang harus dikawal oleh semua pihak. Penyelenggara pemilu, pemerintah daerah, dan masyarakat harus berkolaborasi. Karena itu pengawasan partisipatif menjadi sangat penting,” lanjutnya.

Lolly juga menjelaskan, dipilihnya Kabupaten Tangerang sebagai lokasi pusat Kick Off P2P didasarkan pada Indeks Kerawanan Pemilu yang menempatkan wilayah tersebut dalam kategori rawan tinggi. Karena itu, penguatan kolaborasi dinilai penting agar potensi kerawanan dapat dimitigasi sejak dini.

Menurutnya, meski Pemilu 2029 masih dianggap lama oleh sebagian masyarakat, tahapan pemilu sejatinya akan segera dimulai pada tahun depan sesuai amanat Undang-Undang Pemilu.

“Seringkali masyarakat menganggap Pemilu 2029 masih jauh. Padahal kalau mengacu pada Undang-Undang Pemilu, tahun depan sudah masuk tahapan pemilu. Sesuatu yang jauh itu nyatanya dekat,” katanya.

Baca Juga  Bawaslu Bateng Sambang Kelurahan dan Desa, Robianto: Aparatur Pemerintah Jangan Terjebak Politik Praktis

Sementara itu, Anggota Bawaslu Kabupaten Bangka Tengah, Muhammad Tamimi mengatakan Pendidikan Pengawas Partisipatif menjadi langkah penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengawasan demokrasi.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi, khususnya di Bateng. Pengawasan partisipatif sangat penting untuk mencegah potensi pelanggaran sejak dini,” ujar Tamimi.