Di Mana Orang-Orang Baik Bersembunyi?
Negeri ini tidak hancur karena banyaknya orang jahat, melainkan karena terlalu banyak orang baik yang menyerahkan ruang hidupnya kepada mereka. Kita mendambakan perubahan, namun sering lupa pada ketetapan Langit dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11: “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri.”
Maka, bangsa ini sakit bukan hanya pada sistemnya, melainkan pada arah jiwanya. Kita ingin pemimpin bersih, namun mendidik anak-anak kita bahwa sukses jauh lebih penting daripada jujur.
Namun, dengarlah. Tuhan tidak pernah meninggalkan negeri yang masih memiliki hati untuk bertobat. Barangkali Indonesia belum runtuh karena sampai detik ini masih ada doa-doa sunyi yang menjaga langitnya: doa para ibu selepas tahajud, kejujuran rakyat kecil yang tak pernah masuk berita, hingga tangis seseorang yang menolak menjadi kotor meski hidupnya sulit. Merekalah tiang-tiang tak terlihat yang membuat bangsa ini masih berdiri.
Tetapi, doa saja tidak cukup jika keberanian telah mati.
Sudah waktunya orang-orang baik berhenti menjadi penonton moral. Kebaikan tidak boleh lagi malu-malu. Kejujuran harus belajar bersuara, nurani harus berani berorganisasi, dan iman tidak boleh hanya khusyuk di tempat ibadah sementara kebatilan dibiarkan mengatur negeri. Indonesia tidak butuh manusia sempurna; kita hanya butuh manusia yang tetap takut kepada Tuhan saat kesempatan mencuri ada di depan mata.
Saya percaya, suatu hari nanti akan lahir generasi baru. Generasi yang tidak silau pada jabatan, yang lebih bangga disebut amanah daripada kaya. Generasi yang paham bahwa kekuasaan hanyalah titipan, ilmu tanpa akhlak adalah bencana, dan nasionalisme tanpa keadilan hanyalah slogan upacara.
Bila hari itu tiba, Indonesia tidak perlu menjadi negara paling hebat di bumi. Cukuplah menjadi sebuah negeri di mana manusia tidak takut untuk jujur, tidak malu untuk hidup sederhana, dan tidak merasa sendirian ketika ia memilih untuk berbuat benar. Karena sesungguhnya, sebuah bangsa tidak diselamatkan oleh mereka yang paling kuat, melainkan oleh orang-orang baik yang akhirnya memutuskan untuk bersatu.
