PT Timah Perkuat Langkah Dekarbonisasi, Bidik Net Zero Emission 2060
Tak hanya itu, perusahaan turut menjalankan program carbon offset melalui kegiatan penanaman pohon dan reboisasi hutan sebagai strategi penyerapan karbon. Program berbasis solusi alam atau nature-based solutions ini diharapkan mampu memperkuat kontribusi perusahaan dalam mengurangi emisi karbon secara berkelanjutan.
Untuk mendukung target jangka panjang tersebut, PT TIMAH juga terus melakukan riset dan pengembangan teknologi ramah lingkungan yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional perusahaan.
PT TIMAH secara berkala melakukan pemantauan emisi udara dan kualitas udara ambien, sekaligus mengoptimalkan penggunaan energi biodiesel dan mendorong transisi menuju sumber energi rendah emisi lainnya.
Dalam roadmap dekarbonisasi, perusahaan juga mengoptimalkan berbagai peluang untuk mempercepat pencapaian target penurunan emisi GRK. Di antaranya melalui peningkatan efisiensi energi guna mengurangi konsumsi energi fosil, penggunaan energi ramah lingkungan dalam kegiatan operasional, hingga investasi pengembangan bisnis berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).
Langkah strategis lainnya mencakup implementasi solar photovoltaic pada Head Office sebesar 421 kWp, pengembangan penggunaan biodiesel hingga B100, substitusi energi fosil ke energi terbarukan, overhaul dan modifikasi peralatan penambangan, serta elektrifikasi alat angkut maupun kendaraan operasional.
Perusahaan juga menerapkan berbagai metode untuk mendukung aktivitas dekarbonisasi seperti penangkapan dan penyimpanan karbon, penggantian bahan bakar, penggunaan energi terbarukan dengan jejak karbon lebih rendah, peningkatan efisiensi energi, pengurangan emisi fugitif, pemanfaatan sertifikat energi terbarukan, hingga penggunaan carbon offset.
Melalui berbagai inisiatif tersebut, PT TIMAH menegaskan komitmennya dalam mendukung transisi energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, sekaligus berkontribusi terhadap upaya nasional dalam mencapai target net zero emission tahun 2060. (*)
